Senin, 17 Juni 2013

Catatan Akhir Kuliah :)

Alhamdulillah segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, yang menciptakan lentiknya jari jemariku sehingga mampu menorehkan sedikit kenangan manis yang memang pantas untuk ku tulis. Sudah sekian lama ya tidak aktif ngeblog, setelah hampir 3 bulan jadi manusia nomaden, berpindah-pindah dari rumah sakit satu ke rumah sakit lain, ke puskesmas satu ke puskesmas yang lain dan ke desa satu ke desa yang lain. Haaahhhh... sekarang saya bisa bernafas lega :D
Rutinitas mahasiswa tingkat akhir memang begini ya, terlebih jenjang D3 jurusan keperawatan lagi, hahah
Di mulai dari Keperawatan kesehatan komunitas, ini di Puskesmas selama 4 minggu, terima kasih saya ucapkan untuk ibu bapak perawat mas mbak loket apotek, semuanya deh.. Mas Sendi, Bu Darwati, Mbak Tatik, Pak Joe, Mbak Ria, Mbak Erna. Kru Puskesmas Merakurak semuanyaaa.. Terima kasih sudah mengajarkan saya berinteraksi dengan masyarakat, memberikan penyuluhan, imunisasi balita, memberikan pengobatan, dll. Tanpa harus bersusah payah untuk mendapatkan nilai A karena ibu pembimbing yang baik hatinya dan tidak pernah mempersulit mahasiswa. Sebenarnya bukan nilai yang kami harapkan, tapi pengalaman yang insyaallah akan sangat bermanfaat bagi kami ketika memasuki dunia kerja ;))

Chapter kedua, di RSJ Radjiman Wediodiningrat Lawang.. merupakan salah satu praktik klinik favoritku, setelah sebelumnya saya hanya mengerti apa itu sakit fisik, dan berpikir bahwasanya pasien sakit jiwa itu  sangat menakutkan. 2 minggu di RSJ sudah cukup merubah mindset ku, membuka lebar-lebar mataku, bahwa di luar sana masih banyak tidak lebih beruntung dari kita. Kebanyakan usia mereka sebaya denganku, 20an tahun, bayangkan saja.. Di usia seperti itu kita sibuk-sibuknya meniti masa depan yang gemilang sedangkan mereka justru harus tidur dan terkurung di RSJ. Miris lagi ketika menemui pasien yang sudah lama tinggal disana tanpa dijenguk keluarga, bahkan keluarga mereka sendiri sudah tak mau memikirkan keadaan mereka. Otomatis selamanya mereka tinggal di RSJ, mengabdikan dirinya untuk membantu sesama saudara yang nasibnya tak jauh dari mereka. Oh Tuhan.. berikan keuatan untuk mereka.
Pertama menginjakkan kaki disana sungguh hati ini galau to the max, hahahah.. waktu papasan sama pasien aja kaburrrr, hahahahh XD
Tapi seiring waktu, ternyata mereka itu tidak semenakutkan seperti yang ku bayangkan :D
Bahkan mereka asik diajak ngobrol, tentang apa saja.. tentang cinta, tentang bola, tentang hidup dan kehidupan :)) Subhanallah, terkadang pemikiran mereka jauh di bawah pemikiran orang normal, nrimo ing pandum lah istilahnya.
Pembimbing di ruangan Perkutut pun seru seruuuu.. Ada Bapak Khusen tercinta, perawat jiwa paling keren se Asia Tenggara (kan RSJ terbesar se Asia Tenggara) hahaha... Kepala ruangannya pun bersahabat baik dengan mahasiswa, itulah bedanya perawat jiwa dan perawat rs umum, kalau biasanya di RS umum cacian makian menjadi hal biasa bagi kuping kami, disini hampir tiap hari dibuat 'ngakak' dengan pembimbing dan juga pasiennya, alhamdulillah. Terima kasih bapak ibu perawat jiwaa ;))

Berlanjut ke keperawatan komunitas yang menjadi penutup dari semua praktik klinik selama saya kuliah. Ingin rasanya cepat-cepat melewatinya. Namun ketika melewati itu semua, ingin rasanya kembali ke masa-masa itu, hahaha itulah manusia. 3 minggu di desa Boto Kabupaten Tuban berlalu begitu cepatnya, tinggal di desa yang memiliki produksi legen (minuman khas Tuban) terbesar di Tuban merupakan hal yang sangat menyenangkan bagiku, heheheh XD \Tiap hari bisa menikmati legen cuyyy XD
Disinilah inti dari keperawatan yang sesungguhnya, berinteraksi dengan masyarakat secara langsung, door to door ke rumah penduduk, lokakarya mini, penyuluhan, posyandu lansia, aahhhh semuanya berlalu begitu cepatnya. Setidaknya saya sudah membawa pulang berbagai macam ilmu yang tidak bisa saya pelajari di kampus. Berlanjut ke PKN Terpadu Se Poltekkes Surabaya di Nganjuk Jawa Timur. Kebetulan saya ada kebagian di Desa Getas Kec. Tanjunganom Kab. Nganjuk. Desanya asri, tata wilayahnya bagus, sistem pemerintahannya juga keren. Kepala Desanya perawat lagi, keren banget nggak sih??
Seminggu ada di Desa Getas membuatku mengerti tentang arti persahabatan dan cinta B-)
Kebetulan saya dipercaya menjadi sekretaris kelompok, yaaa dimana-mana masih aja pusing nulis, hahahah
Alhamdulillah di kelompok ada 2 teman BEM yang sangat berkompeten dalam hal mimpin memimpin, hihihi
Bang Rahmad sama Bang Areif. Bang Rahmad orangnya serius, tapi kalau udah galau bisa nyanyi2 sendiri, kadang ngomong2 sendiri (kayak pasien halusinasi #eh pis bang, hahahah), Dia ini yang suka nelponin aku, nanyain laporan sama urusan pak kades, hahah..
Bang Areif, cowok berbadan tambun tapi yang penting sehat (katanya) ini kebetulan jadi Sopir Tossa yang dipinjemin sama Pak Kamituwo, hahahah (sampai nyemplung sawah itu Tossa, kelebihan muatan kali :p)
Bang Aji, ini dia si jago otak-atik laptop, emang pantesnya dia itu masuk jurusan IT, nggak pantes banget jadi perawat, heheh.. Si Tinggi kurus yang suka makan Chacha ini pasti selalu makan belakangan, tidur juga belakangan, kadang nggak tidur malah, duuhhh.. Penyakti cowok!! Kalo malam sukanya ngeDota, iuuhhh -,-
Bang Adit, hehehe.. orangnya kecil imut, tapi pinter ngomong (ya iyalah kan dia mantan ketua hima, hehe)
Suka nggak konsen orangnya, apalagi pas presentasi, kadung asyik sama ibuk2 sampe kemana-mana, hahahah... Dia emang lucuuu :)) Apalagi pas ada dosen killer, selama dia bener nggak ada kata takut-takutnya sama sekali, salut sekali bang :))
LIDah buaYA (Lidya) dia sahabat baruku loh, anaknya asyik, suka bantuin aku ngetik laporan, wah wah.. suka nggak jelas tapi :D hobbynya fotografi :)) wes pokoe dia baik banget ;))
Masih banyak yang lain sih, ada hima, noval, ave, dewi syarifah, debby, vonny, eka, dwi, fitri, ave, siska, kholis, mamik, dll
Terimakasih untuk kalian semua yang sudah mengisi hidupku dan mewarnainya seperti pelangi. Kita akan bertemu kembali di saat kita ada di titik kesuksesan, amiinnnnnn
Duh aku ngantuk, sekian dulu yaa :)

Sabtu, 20 April 2013

Malang.. I'm In Love ;)

Memilih bergabung menjadi mahasiswa keperawatan itu artinya siap untuk bermalam dimanapun, di rumah sakit, di BPS ataupun di rumah sakit jiwa. hihihihi.. yang terakhir sepertinya seru. Itulah yang akan ku rasakan bersama teman-teman seangkatan 2 minggu ke depan :)
Nggak perlu menyisihkan uang untuk acara makrab seperti kebanyakan mahasiswa di Universitas, apalagi untuk mahasiswa tingkat akhir sepertiku, hampir setiap akhir semester  ke luar kota untuk mengaplikasikan ilmu yang sudah di dapatkan selama kuliah, meskipun tujuannya untuk mengais ilmu, tapi kesempatan untuk jalan-jalan selalu ada :D
Untuk praktik klinik keperawatan jiwa esok hari, kampus ku yang baik hati dan tidak sombong dengan tjakepnya memberikan kesempatan untuk mencicipi manis pahitnya berinteraksi dengan orang-orang yang tidak lebih beruntung dari kami di RSJ Lawang. Rumah sakit jiwa tipe A cuyy :D
Banyak sih temen-temen yang ngeluh "praktek kali ini nggak sesemangat biasanya, apa mungkin karena pasiennya yang istimewa dan tugasnya yang bejibun?" Ah entahlah..
Lain halnya denganku, menunggu hari esok bagaikan menunggu pengumuman ujian nasional, lamaaa -___-
Aku sendiri belum bisa membayangkan bagaimana pasien-pasiennya, pembimbing kliniknya, suasana asramanya, aahh aku merasa nutrisi otakku hampir habis bila memikirkan itu.
Dengan terkantuk-kantuk aku menyempatkan diri menggoreskan tinta di atas laptop ini, berharap tulisan ini menjadi saksi di kemudian hari bahwa aku sangat menunggu hari esok, membayangkan suasana perjalanan menuju kota Malang bersama teman-teman angkatan, itu adalah hal yang sangat indah bukan?

Selasa, 16 April 2013

Penjaga Optik 4L4Y

Setelah semalaman nyesek, dengan terseok-seok kaki melangkah menuju ke kamar mandi pagi tadi. Selesai membersihkan diri ku dapati hape berbunyi, sudah tak berharap lagi itu pesan darimu. Dengan cueknya ku buka pesan itu, taraaa... ku dapati sebuah pesan yang menyuruhku segera beranjak dari tidurku dan itu adalah kamu, ditambah pesan semalam yang mungkin karena kesalahan operator hingga akhirnya nyangkut entah dimana. ah sudahlah, lupakan kenyesekan pagi ini. Sepertinya nggak nyambung sama judul xD

Seperti janjiku kemarin sama Diah, hari ini aku dan dia berniat pergi ke Optik **** untuk menindaklanjuti (semacam pidatonya kepala sekolah :D) promo soft lens yang ditawarkan mbak-mbak optik kemarin di puskesmas. Sebut saja namanya Nita. Nita berpesan kalau aku tertarik dengan promonya bisa sms dulu nomor hape yang sudah ia tuliskan di brosur yang diberikan padaku. Akhirnya pagi tadi aku mengirim SMS ke Nita. Ini bunyi percakapannya:
Aku : Pagi Mbak, ini laila yang kemarin di puskesmas, aku tertarik dengan promo softlensnya, tapi aku mau check mata dulu, bisa?"
2 menit kemudian dia membalas pesanku itu.
Nita : Eaa mbag, nti kcanaww jam brp?

Aku dan Diah : gubraaakkkkkk -_________________-a

No comment langsung bales aja itu pesan.
Aku : iya nanti sepulang puskesmas langsung kecanaww mbak (nah loh ikutan 4l4y)

Nita : Eaa mbag, nti kl mo kcanaww xmx dlu eaa, saxa lagi keliling coalnx. mkaciee

Aku+Diah : Ngakak nggak ketulungan. gulung-gulung dilantai xD :D :D
"sama costumer kok alay gini sih" celetuk Diah keheranan.
Kalau sama kita-kita sih noproblem, itu gimana kalau sama costumer bapak-bapak ato ibu-ibu, wkwkwkwk

Kamis, 14 Maret 2013

Perawat Galak dan Bawel :)

Judulnya sangat kontroversial sekali, itulah yang dilontarkan menteri kesehatan kita dan menjadi topik terhangat akhir-akhir ini sodara-sodara. Sakit hatikah para perawat Indonesia?
Saya mecoba mengamati kenyataan yang terjadi di rumah sakit pemerintah maupun swasta. Sepertinya memang tidak salah jika menkes berkata demikian, opini saya di facebook (kebetulan agak sinis) yang tidak disangka-sangka terbaca juga oleh dosen saya, bahkan dibahas habis-habisan di kelas -__- akhirnya membukakan mata hati saya, beliau berkata "dari dulu hingga sekarang perawat memang tidak berubah, bukan karena masalah undang-undangnya". Disisi lain dosen spesialis komunitas plus kandidat doktor keperawatan pun ikut comment di status saya itu (berasa status istimewa, hahaha) dan megamini opini saya. Pro kontra memang wajar, apalagi profesi ini bagi saya adalah profesi yang sangat istimewa sehingga diperhatikan banyak orang. Selama kuliah, kami mahasiswa keperawatan memang sudah diajari komunikasi dalam keperawatan, kami tidak pernah diajari bagaimana cara judes kepada pasien #eh
Justru yang diajarkan kepada kami adalah bagaimana cara memperlakukan pasien dengan baik, ramah dan menjaga privasinya. Sepenuhnya kami pun memberikan asuhan keperawatan dan melakukan tindakan sesuai dengan teori. Namun disisi lain memang ada perawat yang masih belum bisa move on dari kebiasaan judes dan cerewet (terutama di RS pemerintah), bukan hanya kepada pasien, kepada mahasiswa praktikpun selalu saja sinis. Terlebih jika perawat tersebut adalah dosen di stikes lain yang bukan almamater kami #eh #pengalaman soalnya. hehehe...
Saya masih lah mahasiswa yang belum mengerti kerasnya dunia kerja, kami hanya mengerti semua teori yang mengajarkan kepada kami bahwa perawat adalah malaikat yang mampu memberikan cahaya ditengah gelapnya kehidupan (The Lady Of Lamp). Bahkan terkadang mahasiswa praktek adalah sahabat pasien dikala perawat yang asli terlalu banyak tugas limpahan dokter sehingga tidak sempat memberikan asuhan keperawatan #eh ini juga kenyataan
Lain dengan rumah sakit swasta tempat saya praktik di daerah Perak Surabaya. Disana senyum pasien adalah yang paling utama, slogannya saja CARE with SMILE. Pastilah perawatnya dituntut untuk senyum demi menumbuhkan kepercayaan pasien.
Sebenarnya menkes berkata demikian karena perhatian dengan perawat Indonesia, beliau ingin kita lebih baik dalam bekerja. Karena profesi perawat pada dasarnya sudah mulia, ditambah dengan keikhlasan merawat pasien pastilah berbuah surga :)
Melihat nasib perawat yang mungkin kurang perhatian pemerintah, karena gaji pas-pasan, kerja rodi dan lebih sering dicap menyeramkan oleh keluarga pasien bahkan seringkali dimaki-maki, terkadang saya juga berpikir mengapa saya memilih profesi ini, tapi saat ini saya sudah punya jawaban, perawat adalah panggilan hati. Nabi Muhammad SAW pun bersabda bahwa siapa yang merawat orang sakit sampai dia meninggal, surgalah tempatnya. Jangankan perawat yang berhadapan langsung dengan manusia, kalau salah sedikit saja berhadapan dengan hukum, petugas kebersihan di rs pemerintah saja jahatnya masya Allah, saya pernah bertemu dengan petugas yang sedang ngepel dan lewat di sampingnya (nggak menginjak lantai yang dipel) sudah dimarahi. Apalagi satpamnya tuh, masya Allah, saya pernah dibentak-bentak, padahal saya praktek juga bayar (abis keluarga pasien kalo marah gitu, "saya disini bayar mbak") nah loh jadi curhat. hahaha.. no offense
Terserahlah kalau menkes mengatakan perawat bawel dan judes, yang terpenting saya dan teman-teman lain akan berusaha menjadi perawat yang dicintai pasien dan keluarganya. Meskipun memang kita belum punya Undang-undang Keperawatan yang sebenarnya sangat kita tunggu-tunggu pengesahannya. Ya mungkin UU Keperawatan adalah hadiah jika saja perawat Indonesia sudah bersedia memberikan senyuman terbaiknya untuk pasien. So, give your best smile for Indonesia, ners :)

Senin, 11 Maret 2013

Sebulan yang lalu gue telah kehilangan dompet gue di tempat nun jauuuuhh disana. Waktu itu lagi di kereta sih, maklum single traveler. Resiko kehilangan lebih besar apalagi gue cewek -__-
Kenapa itu copet pinter banget yak ngambil dompetnya, bahkan tas gue nggak ada bekas sobekan atau suatu hal yang mencurigakan. Tetibanya di atas kereta, niat hati pengen nyewa bantal buat tidur, pas buka tas.. taraaaa dompet udah nggak ada. Alhamdulillah masih ada sisa uang di tas kembalian beli es jeruk sebesar tiga poloh rebooo. Allah masih sayang sama aku.
Sesampainya di rumah langsung laporan deh sama keluarga, dan keputusannya adalah gue harus ngurus sendiri semua surat-surat yang ilang, cuma diberi pengarahan aja gue harus ngapain. Kebetulan itu dompet isinya banyak, ada ATM, SIM, STNK, ASKES, kartu mahasiswa, kartu perpus juga ikutan dan beberapa lembar duit gambarnya pak Soekarno. Mau nangis juga percuma, jarak rumah dengan lokasi kehilangan sangatlah jauh. Akhirnya saya memutuskan untuk segera mengurusnya di Kepolisian.
Langkah pertama yang gue lakuin adalah, pergi ke Polsek tempat gue tinggal. Sebelumnya langsung deh gue blokir itu ATM, takut dibobol. Mana duit isinya cuma sejuta, hahahaa. Selanjutnya ke bank buat ngurus ATM yang baru. Entah untuk yang keberapa kali gue ganti ATM, gara-gara pasword ga bereslah, ATM ilanglah, apalah. Sampai tellernya apal bener ama gue. Biaya ganti kartu ATM kalau di BRI Rp10.000,- dengan membawa surat keterangan hilang dari Polsek.
Waktu di Polsek sekalian deh gue tanya-tanya sama petugas soal kepengurusan SIM dan STNK yang hilang. Awalnya ditakut-takutin, kalau ngurus STNK itu ribet, bla bla bla. Lalu ditawarin deh kalau misalnya nitip aka nyalo itu biayanya Rp350.000,- STNK doang, tidak termasuk SIM. Hanya dengan membawa fotokopian BPKB pemilik motor. Jadi kita tinggal nunggu jadinya kapan.
Akhirnya gue bingung, tak tau arah, tsaaahhhh..
Setelah itu gue ke kampus, nanya ke temen-temen, alhamdulillah ada temen yang bapaknye petugas kepolisian. Kebanyakan temen-temen nyaranin nyuruh nitip aja enak, tau jadi aja ga usah repot-repot. Tapi uang segitu lumayan banyak juga buat kantong mahasiswa seperti gue. Dan saran dari teman-teman membuatku semakin bingung. Ada yang bilang abis sampai 500-600 ribu juga, ini apa-apaaaannnn. What the hell -,-
Karena bingung, jalan terakhir adalah buka mbah google, pencerahan pun datang. Yeesssss
Setelah baca blog orang-orang yang pernah mengalami peristiwa seperti gue, akhirnya gue mengikuti jejak mereka. Gue juga nggak akan membiarkan praktik korupsi tumbuh subur di instansi pemerintah, sebagai warga negara yang baik dan benar alangkah lebih kalau kita mengikuti prosedur yang ada, dan biayanya pun lebih iriiitttt :D
Langsung saja hari berikutnya gue pergi ke SPK (Sentra Pelayanan Kepolisian), pertama-pertama kita harus mengurus surat kehilangan dari Polres setempat. Disini kita ditanya-tanyain apa saja yang hilang, lokasi dan jam kehilangan. Jangan lupa bawa foto copy KTP 1 lembar sebagai identitas pelapor. Disini tidak dipungut biaya alias GRATISSSS, nggak tau juga terkadang ada yang dipungut biaya, paling 10rb. Kalau aku mungkin karena tampang-tampang mahasiswa kere jadinya digratisin, hahahaa.. makasihhh paakk
Setelah dari SPK, kita diarahkan menuju Milantas, disini kita diarahkan untuk memasang iklan kehilangan di koran/radio, biayanya 25rb jika kita memilih untuk memasang iklan dikoran yang direkomendasikan petugas, jadi kita nggak perlu repot ke radio/wartawan. Jika kita memilih memasang iklan di luar tempat yang direkomendasikan maka kita diberi surat ke radio/wartawan secara gratissss, namun biaya iklan di radio/wartawan lebih mahal sekitar 50-100rb jadi gue memutuskan untuk memasang iklan di koran yang direkomendasikan petugas.
Setelah itu nunggu 1 hari untuk mengambil potongan iklan yang kemudian ditempelkan di surat keterangan dan proses selanjutnya ke Mireskrim untuk mengambil beberapa surat untuk perlengkapan ke SAMSAT. Disini juga gratiiissss xD
Setelah semua persyaratan lengkap, capcuss ke samsat. Jangan lupa melengkapi semua persyaratannya, yaitu BPKB asliii dan fotocopyan, foto copy identitas pelapor dan pemilik motor, surat keterangan hilang yang ASLI yaa, dan motor sesuai dengan STNK yang ilang. Setelah semua berkas lengkap, pergilah ke loket Informasi, disana bayar 20rb. Semua berkas yang kita bawa di check disana, lalu kita disuruh ke koperasinya SAMSAT buat buat beli surat pernyataan kehilangan bermaterai 6rb. Harganya 9rb, mahal yak xD. Abis itu langsung ke tempat cek fisik motor, disini juga gratisssss. Kecuali kalau mau ngasih tip ke petugasnya sih nggak papa, cuma waktu itu gue lagi ngirit, jadi ngarepnya gratisan mulu. Hahahaa
Kemudian kita diarahkan ke pos petugas untuk di acc bahwa motor sudah di cek fisik, langsung bisa menuju ke loket pendaftaran. Kalau STNK yang hilang langsung aja ke CPUnya (ato apa ya lupa xD), kalo nggak ngerti bisa tanya petugasnya deh, tempatnya dibelakang sendiri soalnya, cuma dicek berkas-berkasnya doang, lalu ngisi beberapa form data diri. Biayanya 30rb, mahal banget yakk, hehehe
Setelah itu langsung menuju ke petugas no 2 (di depan sendiri), disini ngantri, lalu nunggu panggilan buat bayar biaya STNK sebesar 50rb. Dikasih kwitansi (jangan sampai hilang) lalu ditukar dengan STNK duplikat. Cuma 30 menitan nunggu, daaaann taararararaaaaaa STNK sudah jadi, hehehe :D :D #saltoGulungGulungDiSamsat xD
Sebagai seorang perempuan gue bangga banget bisa menyelesaikan semua ini sendiri, biaya sendiri pula. Tapi nggak mau lagi, hadeehhh
Kalo bikin SIMnya sih lebih mudah lagi, cukup di Polres, dengan membawa surat keterangan hilang ASLI, fotocopy KTP, kalo ada sih fotocopy SIM (nggak wajib), surat keterangan sehat (bisa ke poliklinik kepolisian, biaya 20rb, nggak pake periksa, cuma diterawang doang, hahahaa), dimasukkan ke map warna kuning. Abis itu ke loket formulir, ngisi formulir, lalu di masukan ke pendaftaran, nunggu panggilan petugas, bayar 75rb (kayak perpanjangan SIM) di loket bank sebelah loket pendaftaran. Selanjutnya nunggu panggilan foto, kurang lebih 15 menit SIM sudah ada di tangan 
Semoga manfaat 

Senin, 18 Februari 2013

Perempuan dan Tulang Rusuknya


Note ini nemu di facebook, aku tulis tanggal 04 Nopember 2011 13:48
Setelah ku baca-baca ternyata lumayan ya, hihii
Langsung aja cekidott..

Terinspirasi dari kuliah Keperawatan Medikal Bedah yg baru saja usai, sedikit membuat saya termotivasi untuk mempelajarinya lebih dalam lagi, karena disana banyak misteri2 yang terungkap dan yg tidak kita ketahui sebelumnya :D
Saya paling bersemangat bila dosen yang mengajar kuliah memiliki daya tarik tersendiri untuk membuat materi yang disampaikan tidak monoton dan menginspirasi mahasiswanya untuk selalu semangat mengais ilmu Dari kuliah Pak YW yg baru saja kita lalui, ada hal menarik yang ingin saya bahas disini
Dari judul yang saya tulis mungkin kalian sudah tau apa yang ingin saya bahas :)
yups betul sekali..
Tentang laki2 dan perempuan yg merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan layaknya kalium dan natrium yg bersama2 menggerakkan jantung kita sehingga jantung mempunyai daya kelistrikan sendiri untuk hidup tanpa dikendalikan otak yg merupakan pusat pengendali tubuh manusia :)
Hai perempuan-perempuan Indonesia yang super? #styleMarioTeguh
Berbanggalah kalian menjadi seorang perempuan, walaupun dilihat dari luar fisik kita lemah, tapi apakah kalian tau di dalam diri kita ada kekuatan yang besar? Kromosom perempuan adalah XX, sedangkan laki-laki XY, kenapa itu bisa terjadi?
Itu karena laki2 telah memberikan sebagian X nya kepada kita, berupa tulang rusuk yang menjadikan kita kuat, bahkan laki2 yang sebenarnya lemah (kata Pak Yasin sih)..
dan telah kita ketahui bersama kromosom X itu sangat dominan, tak terkalahkan, bahkan dia hanya membawa sifat2 yang baik, dia mengalahkan yang resesif sehingga seleksi gen pun berlaku disini.. jadi kita tidak perlu khawatir ya ukhti.. tulang rusuk yang ada pada dirimu adalah pemberian langsung dari jodohmu, dan itu tidak akan tertukar seperti sinetron "jodoh yang tertukar" eh salah "putri yang ditukar"..
kata Pak Y juga laki-laki itu ga lebih kuat dari kita, contohnya aja pas putus sama cewek, di luar dia sok2 kuat, tapi apa kalian tau dalamnya hati seseorang?
Meskipun perempuan itu selalu meluapkan kesedihannya dengan menangis, tapi dengan tetesan air mata yang terus keluar dari kelenjar lacrimalis itulah dia bisa membersihkan luka hatinya, dan itu jarang dilakukan oleh laki2.. :) Allah punya jawaban mengapa perempuan itu suka menangis..

cekidot :
"KU kuatkan bahunya utk menjaga anak2nya,
"KU lembutkan hatinya utk memberi rasa aman,
"KU kuatkan rahimnya utk menyimpan benih manusia,
"KU teguhkan pribadinya utk terus berjuang saat yg lain menyerah,
"KU beri dia naluri utk mencintai anak2 dlm keadaan apapun,
"KU kuatkan batinnya utk ttp menyayangi walau dikhianati oleh teman,
"Walau disakiti oleh orang-orang yang ia sayangi"
"Wanita makhluk kuat, tapi jika satu saat dia menangis itu karena KU  beri dia air mata utk membasuh luka batin dan memberi kekuatan baru"
 "PEREMPUAN.. KAMU ISTIMEWA" ♥

Kopi, Sehatkah?


Tulisan ini dibuat oleh seorang mahasiswa keperawatan yang ilmunya baru seujung kuku. So, boleh percaya boleh tidak, beda pendapat itu biasa yang penting damai  :D

Kali ini saya akan ngebahas masalah makanan dan minuman. Yak, makanan dan minuman. Sekali lagi : makanan dan minuman.
Mungkin ini semacam artikel kemarahan, karena saya merasa heran dengan berbagai penelitian-penelitian di luar sana yang mengatakan makanan dan minuman ini mengandung inilah, itulah, nggak baik untuk kesehatanlah, bisa menyebabkan apalah. Terus kita sebagai manusia biasa harus makan apa kalau semuanya nggak sehat? Bingung kan?
Aaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrggggggggghhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!
Kita ambil contoh saja kopi. Kopi adalah minuman yang banyak mengandung cafein. Cafein bisa jadi baik, bisa juga buruk bagi tubuh. Menurut kacamata saya, kopi nggak buruk-buruk amat bagi kesehatan. Kalau dilihat dari sudut pandang mahasiswa, tentulah kopi sangat bermanfaat sekali ketika uas datang. Dengan begitu kita bisa belajar, nggak takut ngantuk lagi. Tapi disisi lain kopi akan sangat buruk bagi kesehatan ketika peminumnya adalah seorang penderita penyakit jantung koroner. Kopi akan memperberat kerja jantung, dsb. Anehnya lagi kopi akan membuat peminumnya kecanduan layaknya rokok. Pernah saya menemui seorang teman yang mengaku sehari bisa menghabiskan bergelas-gelas kopi dan mengkonsumsinya seperti halnya air putih, sehari nggak ketemu bisa-bisa kepala pusing dan nggak fokus belajar. Contoh lain ibu dan juga nenekku sendiri, hampir setiap pagi dan siang tidak pernah terlepas dari kopi. Tapi anehnya nenek, yang sekarang entah berapa usianya (kalau kakek 80-an lebih, kira-kira segitu juga sih) , alhamdulillah sehat-sehat saja, sampe cicitnya dua. Bukankah itu contoh yang jelas-jelas konkrit dimata saya daripada melihat penelitian-penelitian yang saya sendiripun terlalu awam untuk memahaminya. Satu lagi manfaat kopi menurut pengetahuan saya, yaitu bisa menetralisir bau yang tidak sedap, contoh nih waktu saya jaga di rumah sakit, ketika ada pasien dengan gangren (luka pada penderita diabetes mellitus) dikasihlah itu kopi di dekat pasien supaya baunya nggak kemana-kemana, simple tapi sangat membantu, tau sendirilah bau luka gangren itu seperti apa. Bisa juga ditaruh di kulkas untuk ibu-ibu di rumah, aneka makanan yang diletakkan jadi satu di kulkas, tidak jarang menimbulkan bau yang tidak sedap.
Sebenarnya saya sendiri sangat membenci orang yang mengkonsumsi kafein secara berlebih, entahlah saya tidak bisa menjelaskan alasannya, karena bagi saya seseorang yang mengkonsumsi kopi suatu saat akan merokok juga. Terkadang ada yang bertanya kepadaku, baikkah saya mengkonsumsi kopi dan teh bergelas-gelas? Apakah ada efek jangka panjang? Saya bukan dokter yang bisa jawab pertanyaan itu dengan sempurna. Apalagi yang bertanya seorang mahasiswa cumlaude. Pastilah kita sudah mengerti, sudah pernah mendengar baik dan buruk kopi. Kalau saja kita masih mengkonsumsinya itu adalah pilihan, toh pasti juga ada alasannya kenapa kita masih saja menkonsumsinya kalau tahu itu tidak baik. Ya toh?
Kopi, teh, dsb, bagiku adalah minuman ‘HALAL’ yang diciptakan Allah di bumi ini. Tiada larangan untuk mengkonsumsinya selama minuman itu tidak memabukkan. Itu aja sih yang dilarang sama Allah setahuku waktu ngaji dulu. Asal takarannya pas, tidak berlebihan, apapun minumannya pasti baik. Kecuali minuman-minuman cepat saji yang memang banyak mengandung zat kimia yang nggak baik bagi tubuh lo ya. Disini saya bahasnya kopi. Nabi sendiri pernah bersabda “berhentilah makan sebelum kenyang”, itu artinya kita tidak boleh makan atau minum yang berlebihan, karena sesungguhnya akan merugikan diri kita sendiri, yaa meskipun kadang-kadang saya sendiri juga kalap kalau liat makanan, hehehe... tapi yang terpenting niatnya, kita makan semata-mata agar tetap bisa menjalankan tugas kita sebagai khalifah di bumi yang Allah titipkan untuk kita ini, untuk mengembalikan tenaga agar tetap bisa beribadah kepada Allah dan diberikan kekuatan untuk bekerja serta membantu sesama. Kalau mikirin nggak boleh makan ini makan itu mah, ya mending nggak usah makan apa-apa. Hidup cuma sekali beroo, harus dinikmati. Ya itu tadi yang terpenting sesuai dengan takarannya, sesuai dengan tempatnya. Itu aja sih. Just my opinion, setiap orang pasti punya pendapat masing-masing, keep hamasah  

By :
Free Blog Templates