Selasa, 22 Oktober 2013
Masih tentang hati yang tak bisa dibohongi,
masih tentang prinsip yang nyaris tergoyahkan.
Hidup ini selalu tentang perpindahan
Pndah rumah, pindah sekolah, dan pindah hati
Tapi bukan berarti kita melupakan yang lama :)
Selasa, 24 September 2013
Kamis, 04 Juli 2013
Judulnya nakutin bukan? :D
Kamu mahasiswa tingkat akhir? Sama ._.
Kamu tau apa kerjaan mahasiswa tingkat akhir? Iya... Konsul, revisi, konsul, revisi.. ya gitu terus sampai kiamat #eh sampai sidang ding :D
Jenuh.. Bosen.. Boring.. Bete.. Penat.. dan sebangsanya, hampir setiap hari mampir di kepalaku.
Tapi alhamdulillah dengan segala kuasaNya, masih diberikan kekuatan untuk menikmati hari-hari terakhirku berstatuskan mahasiswa keperawatan :)
Aku ada tips-tips nih buat yang mau sidang TA, spesial buat temen-temen kampusku aja deh :)
Satu.
Pastinya kuasai semua yang ada di TA-mu itu, kalau kamu sendiri yang buat pasti deh kamu tau semua tentang penelitianmu itu. Pagi siang malam kan udah sama kamu tuh TA, jadi nggak ada alasan lagi waktu sidang masih PDKT sama TA, yang ada dihabisin sama dosen karena opini-opini yang terbantahkan ._.
Percaya deh sama kemampuan kamu, Tuhan selalu memberi cobaan sesuai dengan batas kemampuan hambanya, kalo memang dosen memberi cobaan di luar kemampuan mahasiswa, yaudah deh.. paling-paling disuruh revisi, nggak mungkin disuruh jadi mantunya kok #eh.
Dua.
Persiapkan referensi/literatur jauh-jauh hari sebelum sidang di mulai, pengalaman nih, parah banget.. teman-teman banyak yang kecolongan, jelang hari H baru bingung fotocopy literatur plus cari bukunya. Semakin dekat hari H semakin nggak fokus dengan TA. Kebiasaan copas (copy pasrah) TA kaka tingkat sih, hahahaa.. Sekali lagi literatur itu penting. Pengalaman juga waktu sidang proposal, kebetulan boleh jadi supporter waktu itu. Pas ditanya, temenku nggak bawa literaturnya, hampir aja nggak dilulusin tuh. :/
Tiga.
Nggak cuma persiapan materi aja yang penting sih, persiapan fisik dan mental jauh lebih penting. Datang lebih pagi ke ruang sidang, apalagi kalo dapet jadwal pagi jam 8, hari pertama pula (pengalaman gue banget). Kebetulan ruangannya belum ditata, duh untung aja berangkat pagi yak, jadi bisa calling2 mas cleaning service. Kebetulan waktu itu aku nyiapin LCD projector nya sendirian ._.
Tidur lebih awal, belajarnya kan udah sambil ngerjain TA :D
Biar paginya nggak molor woyy, sidang jam 8 dateng jam 9, parah ih :D
Empat.
Minta doa restu. Ortu, pacar, mantan, sahabat, ibu kost, temen kost, tetangga kost, kucing-kucing peliharaan sama tikusnya sekalian, semuanya deh. hehehehe. Karena doa mereka sedikit banyak membuat kita lebih siap dan semangat menghadapi hari penentuan antara hidup dan mati, eh antara lulus atau tidak.
Sidang TA memang berat, tapi harus dijalani :)
Lima.
Serahkan pada Tuhan, kita sudah berusaha, berdoa dan tawakkal, pasti Dia akan memberikan yang terbaik untuk kita :)
"Oit La.. Lama nggak sms.. Kapan wisuda?"
Seketika itu mata terbelalak antara senang dan tidak percaya, baru saja ibu menanyakan kabarmu disana. Seperti bukan kebetulan, sms itu menghiasi inbox hapeku malam itu yang kini menjadi awal kebangkitan kuntilanak.. eh salah kebangkitan perasaan yang sudah usang bertahun-tahun yang lalu.
Perasaan ini memang seperti dipermainkan, antara iya atau tidak, antara sayang atau teman, antara ingat atau lupa, antara baik dan jahat, aahh aku sudah tak mampu lagi untuk memikirnya. Aku jalani saja apa adanya.
Aku mengerti dengan keputusannya beberapa tahun lalu yang memutuskan untuk tidak lagi pacaran, bahkan aku sangat berterima kasih atas keputusan sepihaknya itu. Dengan itu mau tidak mau aku dipaksa jomblo yang kini status itu terlalu nyaman melekat di ragaku. Karena hal itu aku lebih mencintai diriku, menjaga izzah dan iffahku hanya untuk orang yang memang berhak untuk semua keindahan yang kelak akan ku berikan. Tapi jauuuhh di dalam hatiku hanya dia satu-satunya orang yang saya tunggu, selama 2 tahun sendiri ini, iya sendiri :')
Tak banyak yang tau jika status jombloku ini menyimpan sebuah penantian yang teramat sangat panjang, yang entah bagaimana akhirnya aku sendiri tak tau. Hanya saja hatiku mengatakan bahwa hanya dia yang aku tunggu, entah pada akhirnya kita bersama atau tidak itu adalah rahasia terindah Tuhan :')
Jujur ku akui, aku memang sedikit berani berekspresi dan mengungkapkan perasaan, terlebih lagi melihat kamu yang tiba-tiba saja mem-follow twitter ku kembali, yang entah sudah keberapa kali aku unfollow twittermu bahkan memblock-nya, itu hanyalah sedikit dari keegoisanku yang sebenaranya ekspresi dari kecemburuanku, biasalah cewek :P
Sejak kamu mengirimkan pesan itu, aku jadi tidak canggung lagi untuk memulai. Memulai untuk mention kamu, sms kamu, kalau bbm nggak sih, soalnya udah aku delcont juga, hehehe.. betapa egoisnya aku :P
Malam itu memang sengaja aku menggodamu, apakah kamu masih bersedia menerima tawaranku untuk sekedar "mentraktir" kamu pasca ujian sidang TA minggu lalu, padahal sebenarnya memang ingin bertemu :P
Dan Tuhan menjawab kegelisahanku selama ini, setelah setahun lebih tak kudapati wajahmu ada dihadapanku. Meskipun kamu memberiku syarat untuk membawa teman (biar nggak berdua-duaan) :D
Dengan canggungnya aku menemuimu, berbicara seadanya, mengalir begitu saja, lupa dengan masa-masa aku cemburu, masa-masa aku marah denganmu, masa-masa kita berpisah, karena aku sudah melupakannya, berharap kata-kata terakhirmu padaku dulu yang berharap kita dipertemukan dalam keadaan yang lebih baik. Entah apa maksudmu sampai saat ini aku tidak (mau )tau. Yang jelas sampai saat ini aku telah memantaskan diriku sebagaimana dirimu. Akan sia-sia jika saja aku memutuskan untuk mencintai orang lain sedangkan dirimu masih saja sendiri memantaskan dirimu (meskipun bukan untukku) :)
Semua hal positif yang kau tularkan untukku telah merubah hidupku menjadi lebih baik, meskipun aku pastikan semua ini karena Allah, bukan karena kamu :)
Tapi setidaknya kamu yang mempunyai andil terbesar dalam hidupku. Thanks for you.......
Terima kasih Tuhan, buah kesabaran memang selalu manis, entah itu datang untuk menunjukkan buah dari kesabaranmu atau hanya datang untuk sekedar membuatku tersenyum :)
Senin, 17 Juni 2013
Rutinitas mahasiswa tingkat akhir memang begini ya, terlebih jenjang D3 jurusan keperawatan lagi, hahah
Di mulai dari Keperawatan kesehatan komunitas, ini di Puskesmas selama 4 minggu, terima kasih saya ucapkan untuk ibu bapak perawat mas mbak loket apotek, semuanya deh.. Mas Sendi, Bu Darwati, Mbak Tatik, Pak Joe, Mbak Ria, Mbak Erna. Kru Puskesmas Merakurak semuanyaaa.. Terima kasih sudah mengajarkan saya berinteraksi dengan masyarakat, memberikan penyuluhan, imunisasi balita, memberikan pengobatan, dll. Tanpa harus bersusah payah untuk mendapatkan nilai A karena ibu pembimbing yang baik hatinya dan tidak pernah mempersulit mahasiswa. Sebenarnya bukan nilai yang kami harapkan, tapi pengalaman yang insyaallah akan sangat bermanfaat bagi kami ketika memasuki dunia kerja ;))
Chapter kedua, di RSJ Radjiman Wediodiningrat Lawang.. merupakan salah satu praktik klinik favoritku, setelah sebelumnya saya hanya mengerti apa itu sakit fisik, dan berpikir bahwasanya pasien sakit jiwa itu sangat menakutkan. 2 minggu di RSJ sudah cukup merubah mindset ku, membuka lebar-lebar mataku, bahwa di luar sana masih banyak tidak lebih beruntung dari kita. Kebanyakan usia mereka sebaya denganku, 20an tahun, bayangkan saja.. Di usia seperti itu kita sibuk-sibuknya meniti masa depan yang gemilang sedangkan mereka justru harus tidur dan terkurung di RSJ. Miris lagi ketika menemui pasien yang sudah lama tinggal disana tanpa dijenguk keluarga, bahkan keluarga mereka sendiri sudah tak mau memikirkan keadaan mereka. Otomatis selamanya mereka tinggal di RSJ, mengabdikan dirinya untuk membantu sesama saudara yang nasibnya tak jauh dari mereka. Oh Tuhan.. berikan keuatan untuk mereka.
Pertama menginjakkan kaki disana sungguh hati ini galau to the max, hahahah.. waktu papasan sama pasien aja kaburrrr, hahahahh XD
Tapi seiring waktu, ternyata mereka itu tidak semenakutkan seperti yang ku bayangkan :D
Bahkan mereka asik diajak ngobrol, tentang apa saja.. tentang cinta, tentang bola, tentang hidup dan kehidupan :)) Subhanallah, terkadang pemikiran mereka jauh di bawah pemikiran orang normal, nrimo ing pandum lah istilahnya.
Pembimbing di ruangan Perkutut pun seru seruuuu.. Ada Bapak Khusen tercinta, perawat jiwa paling keren se Asia Tenggara (kan RSJ terbesar se Asia Tenggara) hahaha... Kepala ruangannya pun bersahabat baik dengan mahasiswa, itulah bedanya perawat jiwa dan perawat rs umum, kalau biasanya di RS umum cacian makian menjadi hal biasa bagi kuping kami, disini hampir tiap hari dibuat 'ngakak' dengan pembimbing dan juga pasiennya, alhamdulillah. Terima kasih bapak ibu perawat jiwaa ;))
Berlanjut ke keperawatan komunitas yang menjadi penutup dari semua praktik klinik selama saya kuliah. Ingin rasanya cepat-cepat melewatinya. Namun ketika melewati itu semua, ingin rasanya kembali ke masa-masa itu, hahaha itulah manusia. 3 minggu di desa Boto Kabupaten Tuban berlalu begitu cepatnya, tinggal di desa yang memiliki produksi legen (minuman khas Tuban) terbesar di Tuban merupakan hal yang sangat menyenangkan bagiku, heheheh XD \Tiap hari bisa menikmati legen cuyyy XD
Disinilah inti dari keperawatan yang sesungguhnya, berinteraksi dengan masyarakat secara langsung, door to door ke rumah penduduk, lokakarya mini, penyuluhan, posyandu lansia, aahhhh semuanya berlalu begitu cepatnya. Setidaknya saya sudah membawa pulang berbagai macam ilmu yang tidak bisa saya pelajari di kampus. Berlanjut ke PKN Terpadu Se Poltekkes Surabaya di Nganjuk Jawa Timur. Kebetulan saya ada kebagian di Desa Getas Kec. Tanjunganom Kab. Nganjuk. Desanya asri, tata wilayahnya bagus, sistem pemerintahannya juga keren. Kepala Desanya perawat lagi, keren banget nggak sih??
Seminggu ada di Desa Getas membuatku mengerti tentang arti persahabatan dan cinta B-)
Kebetulan saya dipercaya menjadi sekretaris kelompok, yaaa dimana-mana masih aja pusing nulis, hahahah
Alhamdulillah di kelompok ada 2 teman BEM yang sangat berkompeten dalam hal mimpin memimpin, hihihi
Bang Rahmad sama Bang Areif. Bang Rahmad orangnya serius, tapi kalau udah galau bisa nyanyi2 sendiri, kadang ngomong2 sendiri (kayak pasien halusinasi #eh pis bang, hahahah), Dia ini yang suka nelponin aku, nanyain laporan sama urusan pak kades, hahah..
Bang Areif, cowok berbadan tambun tapi yang penting sehat (katanya) ini kebetulan jadi Sopir Tossa yang dipinjemin sama Pak Kamituwo, hahahah (sampai nyemplung sawah itu Tossa, kelebihan muatan kali :p)
Bang Aji, ini dia si jago otak-atik laptop, emang pantesnya dia itu masuk jurusan IT, nggak pantes banget jadi perawat, heheh.. Si Tinggi kurus yang suka makan Chacha ini pasti selalu makan belakangan, tidur juga belakangan, kadang nggak tidur malah, duuhhh.. Penyakti cowok!! Kalo malam sukanya ngeDota, iuuhhh -,-
Bang Adit, hehehe.. orangnya kecil imut, tapi pinter ngomong (ya iyalah kan dia mantan ketua hima, hehe)
Suka nggak konsen orangnya, apalagi pas presentasi, kadung asyik sama ibuk2 sampe kemana-mana, hahahah... Dia emang lucuuu :)) Apalagi pas ada dosen killer, selama dia bener nggak ada kata takut-takutnya sama sekali, salut sekali bang :))
LIDah buaYA (Lidya) dia sahabat baruku loh, anaknya asyik, suka bantuin aku ngetik laporan, wah wah.. suka nggak jelas tapi :D hobbynya fotografi :)) wes pokoe dia baik banget ;))
Masih banyak yang lain sih, ada hima, noval, ave, dewi syarifah, debby, vonny, eka, dwi, fitri, ave, siska, kholis, mamik, dll
Terimakasih untuk kalian semua yang sudah mengisi hidupku dan mewarnainya seperti pelangi. Kita akan bertemu kembali di saat kita ada di titik kesuksesan, amiinnnnnn
Duh aku ngantuk, sekian dulu yaa :)
Sabtu, 20 April 2013
Memilih bergabung menjadi mahasiswa keperawatan itu artinya siap untuk bermalam dimanapun, di rumah sakit, di BPS ataupun di rumah sakit jiwa. hihihihi.. yang terakhir sepertinya seru. Itulah yang akan ku rasakan bersama teman-teman seangkatan 2 minggu ke depan :)
Nggak perlu menyisihkan uang untuk acara makrab seperti kebanyakan mahasiswa di Universitas, apalagi untuk mahasiswa tingkat akhir sepertiku, hampir setiap akhir semester ke luar kota untuk mengaplikasikan ilmu yang sudah di dapatkan selama kuliah, meskipun tujuannya untuk mengais ilmu, tapi kesempatan untuk jalan-jalan selalu ada :D
Untuk praktik klinik keperawatan jiwa esok hari, kampus ku yang baik hati dan tidak sombong dengan tjakepnya memberikan kesempatan untuk mencicipi manis pahitnya berinteraksi dengan orang-orang yang tidak lebih beruntung dari kami di RSJ Lawang. Rumah sakit jiwa tipe A cuyy :D
Banyak sih temen-temen yang ngeluh "praktek kali ini nggak sesemangat biasanya, apa mungkin karena pasiennya yang istimewa dan tugasnya yang bejibun?" Ah entahlah..
Lain halnya denganku, menunggu hari esok bagaikan menunggu pengumuman ujian nasional, lamaaa -___-
Aku sendiri belum bisa membayangkan bagaimana pasien-pasiennya, pembimbing kliniknya, suasana asramanya, aahh aku merasa nutrisi otakku hampir habis bila memikirkan itu.
Dengan terkantuk-kantuk aku menyempatkan diri menggoreskan tinta di atas laptop ini, berharap tulisan ini menjadi saksi di kemudian hari bahwa aku sangat menunggu hari esok, membayangkan suasana perjalanan menuju kota Malang bersama teman-teman angkatan, itu adalah hal yang sangat indah bukan?
Selasa, 16 April 2013
Setelah semalaman nyesek, dengan terseok-seok kaki melangkah menuju ke kamar mandi pagi tadi. Selesai membersihkan diri ku dapati hape berbunyi, sudah tak berharap lagi itu pesan darimu. Dengan cueknya ku buka pesan itu, taraaa... ku dapati sebuah pesan yang menyuruhku segera beranjak dari tidurku dan itu adalah kamu, ditambah pesan semalam yang mungkin karena kesalahan operator hingga akhirnya nyangkut entah dimana. ah sudahlah, lupakan kenyesekan pagi ini. Sepertinya nggak nyambung sama judul xD
Seperti janjiku kemarin sama Diah, hari ini aku dan dia berniat pergi ke Optik **** untuk menindaklanjuti (semacam pidatonya kepala sekolah :D) promo soft lens yang ditawarkan mbak-mbak optik kemarin di puskesmas. Sebut saja namanya Nita. Nita berpesan kalau aku tertarik dengan promonya bisa sms dulu nomor hape yang sudah ia tuliskan di brosur yang diberikan padaku. Akhirnya pagi tadi aku mengirim SMS ke Nita. Ini bunyi percakapannya:
Aku : Pagi Mbak, ini laila yang kemarin di puskesmas, aku tertarik dengan promo softlensnya, tapi aku mau check mata dulu, bisa?"
2 menit kemudian dia membalas pesanku itu.
Nita : Eaa mbag, nti kcanaww jam brp?
Aku dan Diah : gubraaakkkkkk -_________________-a
No comment langsung bales aja itu pesan.
Aku : iya nanti sepulang puskesmas langsung kecanaww mbak (nah loh ikutan 4l4y)
Nita : Eaa mbag, nti kl mo kcanaww xmx dlu eaa, saxa lagi keliling coalnx. mkaciee
Aku+Diah : Ngakak nggak ketulungan. gulung-gulung dilantai xD :D :D
"sama costumer kok alay gini sih" celetuk Diah keheranan.
Kalau sama kita-kita sih noproblem, itu gimana kalau sama costumer bapak-bapak ato ibu-ibu, wkwkwkwk

